"Buseet bapak lu serem banget yakk.."
begitu kira-kira komentar teman (yang mencoba 'pedekate' sama) diriku di jaman SMA dan kuliah dulu.. gimana ngga serem.. kumis hampir ngalahin pak Raden, badan gede tegap, rambut cepak bukan sekedar ABCD (Abri Bukan Cepak Doang), kulit sawo mateng banget, tatapan mata yang tajam kayak burung elang..
Yup.. memang papaku seorang ABRI.. seorang (mantan) perwira Angkatan Darat.. dan aku bangga.. bangga atas disiplin yang diajarkan, bangga melihatnya dihormati dan disegani (bukan ditakuti), bangga dengan segala ke-bisa-an beliau..
Disiplin.. menurut papa, itu kata kunci yang sekarang sudah jarang ditemui di jaman sekarang.. fenomena jam karet ngga membuat kita sekeluarga terjerumus ke dalamnya.. janjian dengan siapapun, minimal 30 menit sebelumnya kita udah standby di tempat yang dijanjikan.. kata papa,"janji itu hutang.. apapun yang terjadi, apabila sudah berjanji, harus ditepati.." seperti janjiku buat menyelesaikan kuliah yang terseok-seok karena kebablasan jadi atlit.. mau jadi apapun, sekolah harus nomor satu.. walaupun diledekin sampai rasanya enggan menyelesaikan kuliah, papa terus mengingatkan bahwa sekolah itu penting..
Kegilaan papa pada musik dan olahraga, ngga cuma sekedar "bisa".. bangganya aku karena papa menguasai semua jenis alat musik tiup.. terompet, trombone, flute, saxophone, clarinet, suling, oboe, baby sax.. you name it.. semua dia bisa.. papa juga rela mencari tambahan menjadi pemain musik di klub malam, setelah sebelumnya juga pernah menjadi supir taksi, demi menghidupi kita berempat.. ngga hanya alat musik tiup, piano, organ, gitar, drum.. sepertinya hampir semua alat musik papa kuasai.. tidak hanya itu, kita juga selalu terbuai dengar suaranya yang lembut.. lagu-lagu Broery Pesolima (dan Dewi Yull), Nat King Cole, Frank Sinatra dan segudang lagu jadul lainnya, selalu jadi andalan..
Papa pernah cerita, waktu itu, dia ngga dapat ijin dari atasannya untuk bermain musik di suatu tempat.. terpaksa berbohong untuk sekedar keluar dari asrama, karena tempatnya jauh di kampung, baru selesai acara sudah menjelang tengah malam.. untuk kembali ke markas, beliau jalan kaki jauh sekali.. untung saja ada mobil omprengan yang berhenti.. begitu papa naik, sapaan "selamat malam pak.." membuat dia terdiam seribu basa.. ngga disangka, supir omprengan adalah atasannya sendiri.. hahahaaa...
April 2003, papa terkena stroke.. selama 21 hari, kujaga papa tanpa pernah pulang ke rumah.. jadwalku, RS - Kantor - RS.. bangganya aku, papa adalah seorang yang penuh semangat.. dan penyakit stroke pun ngga menguburkan semangatnya untuk tetap memberi semangat penderita stroke lainnya.. beliau pun mengabdikan diri di YASTROKI (Yayasan Stroke Indonesia) dan mengajar apalagi kalau bukan bidang yang dicintainya.. MUSIK!

Karena stroke, tangan kiri papa lumpuh.. tapi itu ngga menyurutkan semangatnya untuk tetap bermain organ.. "organ tunggal dengan tangan tunggal",katanya ceria.. aahh.. membuat miris siapapun yang mendengar..
Karena stroke, papa sekarang mudah sekali terharu.. lihat sesuatu yang mengharukan di TV, langsung papa ikutan nangis.. bahkan nonton acara kuis pun papa bisa berlinangan air mata melihat pemenangnya..! Sangat ngga cocok kalau melihat fisiknya yang bertubuh tegap seperti Rambo, tapi mudah terharu melebihi lagu-lagu Rinto (Harahap)
Karena stroke, papa lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.. papa ikhlas atas semua yang menimpa dia,"ini adalah jeweran dari Allah",katanya tabah.. sebelum terkena stroke, papa adalah buku wisata kuliner berjalan.. tanya saja semua makanan di daerah tertentu, pasti papa tahu mana yang paling enak.. tapi itu juga yang membuat tekanan darahnya mencapai 240/170.. Alhamdulillah papa masih diberi kesembuhan oleh Allah..
Papa adalah panutan.. murah hati, penyayang, pelindung dan juga seorang sahabat.. bicara segala hal sama papa, sama seperti bicara dengan seorang sahabat.. papa ngga pernah menggurui, papa bisa diajak berdiskusi dengan asik, papa hanya orang sederhana dengan dunia sebagai penempanya.. "semua hal, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, hanya kita mau atau tidak"
Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.. lindungilah selalu papa melebihi ia yang selalu melindungi kami semua dan terus tuntun dia menuju syurgaMu.. Amin..
*postingan ini ditulis dalam rangka ikutan event Menulis Tentang Bapak, Yuk!