Jadi inget dulu papa pertama kena serangan stroke, 4 April 2003, saat subuh dan papa mau ambil air wudhu.. tiba-tiba gue denger pintu kamar mandi berdebam dengan sangat keras.. *beeeeeeeng (karena pintu kamar mandi dari aluminium).. gue yang saat itu tidur bareng mereka (ketauan deh) langsung kaget kirain ada bom.. begitu tau papa di kamar mandi, gue langsung tanya,"kenapa pa?" dia jawab,"kok kayaknya kaki papa tiba-tiba lemes"..
terus terang pada saat itu gue ngga tau apa yang terjadi sama papa.. gue bantu papa berdiri dan pindah ke atas tempat tidur.. gue langsung bilang,"ayo kita ke rumah sakit".. dan papa pun setuju..
Begitu sampai di rumah sakit, ternyata tekanan darah papa 240/170, tinggi sekali.. dan papa langsung diberi tindakan ini itu.. gue yang pada saat itu tinggal bertiga di rumah, langsung sibuk telpon semua kakak-kakak minta cepet ke rumah sakit.. dan pada akhirnya gue baru tau, kalau itu yang namanya stroke..
begitu dokter dateng, beliau salut atas tindakan gue yang langsung bawa papa ke rumah sakit, katanya, serangan stroke bisa diatasi dengan lebih baik apabila penderita langsung dibawa ke rumah sakit dalam waktu kurang dari 3 jam setelah serangan.. gue juga bersyukur, jarak dari rumah ke rumah sakit juga ngga terlalu jauh, apalagi pagi subuh seperti itu jalanan masih lengang..
Pasca serangan stroke, papa lalu bergabung dengan YASTROKI (Yayasan Stroke Indonesia) cabang RSPAD Gatot Subroto. Di Yastroki, papa bergabung dengan IPS (Insan Pasca Stroke) dan berbagi info mengenai tempat-tempat terapi yang dibutuhkan untuk pemulihan syaraf-syaraf yang terganggu akibat serangan stroke.
Tercatat, ada 24 pengobatan terapi, baik itu alternatif maupun medis yang sudah papa datangi. Semua demi kesembuhan dan pemulihan. Dokter stroke papa pernah bilang,"stroke itu datang seperti kilat, pulang seperti siput" jadi harus sabar dan penyembuhannya tidak bisa instan. Sebagai keluarga penderita stroke pun kita juga perlu selalu beri dukungan dan juga doa tentunya..
Daftar Terapi:
1. Terapi Medik, RS Cikini
2. Pijat Perut, Sukabumi
3. Pijat Syaraf, Cijantung - Kalisari
4. Pemanasan Tenaga Dalam, Cililitan Kecil (H. Abubakar)
5. Tenaga Dalam dan Doa, Tebet (Subagyo)
6. Akupuntur, Patra Jasa (Dr. Susetyo)
7. Setrum Alami, Cibinong (Anda)
8. Setrum dengan Meja Listrik, Rawamangun (Ibu Diah)
9. Setrum dengan tissue, Kelapa Gading (Harto)
10. Hipnotis, Meruya - Kebon Jeruk
11. Tusuk Jarum Bakar, Batu Ceper
12. Sedot Gaib, Ciputat
13. Pijat Syaraf, Ciputat (Eyang Agung)
14. Pijat, Ciseeng
15. Sedot Kecup, Cipete (Petrus)
16. Refleksi, Kebon Sirih (Wandi)
17. Refleksi, Jl. Sabang
18. Pijat dengan pemanas, ATFG
19. Batu Giok
20. Periksa dan deteksi, Pejaten
21. Paranormal, Cipulir (Dewi)
22. Paranormal, Kalisari - Cijantung (Haryo Panuntun)
23. Doa, Rawamangun (Hendra)
24. Senam dan Terapi Wicara, Yastroki
Semoga syaraf motorik papa yang bermasalah bisa sembuh seperti sedia kala.. ngga tega kalau liat papa sedih sambil bilang,"kasian ya kakakeni, kakiang (baca:kakek) ngga bisa gendoooong".. huuuuu... 
Mari kita jalani hidup sehat.. papa sepenuhnya sadar, kalau dia dulu ngga menjalankan hidup sehat.. sekarang papa udah stop daging kambing, jeroan dan sea-food.. banyak minum air putih, makan buah dan sayuran.. katanya, padahal kambing kan vegetarian, cuma makan rumput doang, kok bisa yaa karena kambing aku kena stroke.. sekarang aku jadi kambing deh.. heheheee... lha iyalaah.. makan kambingnya TIAP HARI.. (catet:tiap hari)..
silakan unduh artikel hidup sehat yang sekarang menjadi pegangan papa dan mama.. semoga kita pun terhindar dari penyakit yang makin lama makin aneh-aneh..
Insya Allah..