Thursday, January 13, 2011

[Oriflame] Tolak Satu Tumbuh Seribu


Sebagai newbie di dunia per-Oriflame-an, saya pun memutuskan untuk fokus merekrut dibandingkan dengan fokus menjual. Betapa senangnya kalau saya bisa meyakinkan orang untuk ikut maju bersama saya. Pertama yang harus diyakinkan adalah kepercayaan, tidak saja kepada perusahaan Oriflame, melainkan produknya yang beraneka ragam, lebih dari 600 produk ditawarkan dalam satu katalog.


Berbekal itulah saya mencoba mencari orang lain yang sehati dengan saya. Bekal saya yang lain adalah 5 buah katalog, beberapa formulir anggota baru dan “map sakti” pinjaman dari Director Ida. Siapa yang ngga mau jadi Director dengan bonus Rp 5 jutaan?

Di tiap kesempatan, saya pun mencoba ngobrol dengan orang lain (baca:calon jutawan) mengenai Oriflame. Memang yang namanya kesempatan tidak datang dua kali. Pasti ada aja godaan dan cobaan. Cibiran adalah pemacu semangat, tolakan adalah awal keberhasilan yang tidak membuat saya patah semangat.

Downline pertama saya, adalah seorang ibu yang sedang hamil, tetangga sebelah rumah. Walaupun dia statusnya ngontrak disana, tapi dia semangat untuk MENCOBA menjalankan bisnis Oriflame. Di rumah, ada tamu berkunjung pun ngga luput dari semangat Oriflame, Alhamdulillah disambut baik. Bahkan parahnya lagi, waktu bertamu ke rumah seorang sahabat, saya pun menawarkan Oriflame pada tamu lain yang sedang berkunjung kesana..! hahahaaa.. menyenangkan!! ditolak? ngga masalaaaahhh… semakin sering ditolak membuat saya semakin penasaran untuk meng-Oriflame-kan lingkungan sekitar.. SERU!

gambar nyolong dari sini

[Oriflame] Satu Tahun yang Terbuang

Sekitar bulan April 2009, istri sahabat saya, namanya Ida, seorang ibu rumah tangga yang juga berbisnis kue mempunyai satu orang putra ganteng , mengajak saya gabung di Oriflame. Saat itu dia juga baru mulai di bisnis ini. Dengan penjelasan seadanya, pada saat itu sama sekali tidak tertarik mencoba. MLM? Multi Level Marketing? paling jual-jualin produk, ngajak-ngajak orang lain untuk jadi "korban" berikutnya, lalu, apa?

Tapi sayapun menganggap ajakan itu hanya “sekedar” ajakan, pengen tau, orang yang dengan semangat to the max sampai mana sih bisa mempertahankan semangatnya? emang gampang ngajak-ngajak orang gitu? dapetnya berapa sih?

So, setelah “dipaksa” mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran 39.900 rupiah, starter kit Oriflame pun sukses masuk ke kontainer dan hanya dibuka sekilas. Ngga pengen tau caranya gimana, ngga pengen liat barang-barangnya, intinya, ribet ikut ginian.

Tapi apa yang saya dapat? 1 tahun yang terbuang percuma. Kenapa?

Ida, si newbie yang ngajak saya bergabung satu tahun lalu, ternyata sudah melesat menjadi seorang LUAR BIASA dengan posisi Director di Oriflame, mempunyai BONUS mencapai lebih dari Rp 5.000.000,- (LIMA JUTA RUPIAH) perBULAN! KOK BISA??
Sementara dia tertawa-tawa dengan BB barunya (yang tentunya dibeli bukan dengan cara nodong suami), saya  hanya bisa memandangi henpon kacang yang sepertinya speakernya udah mulai rusak. Sementara dia punya (hampir) satu seri tas baru, dari travel bag, cosmetic pouch dan trolley bag yang super duper keren GRATIS dari Oriflame, tas selempang biru butut yang tetap setia menemani saya.

Ida bilang, beneran masih mau gini-gini aja? Kalau punya mimpi yaaa musti kerja, jangan ngomong doang, karena di Oriflame, MIMPI BISA MENJADI KENYATAAN!
OKE, sekaranglah SAATNYA SAYA HARUS PUNYA MIMPI!!

Karena vakum 1 tahun, nomor keanggotaan Oriflame saya pun hangus, dan dengan penuh rasa tanggung jawab, saya pun kembali melakukan pendaftaran, dengan optimisme dalam hati: kali ini pasti hasilnya BEDA!


[Oriflame] The Beginning

Sedikit ironis memang, permulaan saya menerjunkan kembali diri saya ke Oriflame, justru pada saat saya bertemu Agung (sahabat saya) dan Ida (saat ini Director) di sebuah rumah ketika acara takziyah salah satu teman yang berpulang. Pada saat itu entah kenapa saya kembali mengemukakan keinginan untuk memulai lagi bisnis ini. Dengan diiringi cemoohan Ida (dengan nada bercanda tentunya dan muka yang langsung sumringah), ia pun menanyakan seberapa besar komitmen saya untuk kembali menjalankan bisnis ini.

Lalu, Ida pun langsung menjadwalkan pertemuan saya dengan Core Team-nya, di Oriflame Bulungan, setelah cari tempat kiri-kanan, nyasar lah kita dengan sukses di restoran Jepang, Kuro. Sesuai janjinya, Ida pun memberi “pelicin” dengan mentraktir saya yang menurut dia ndableg luar biasa (di urusan Oriflame) ini, makanan kesukaan saya.

Karena jabatannya yang sekarang sudah 1 tahun malang melintang di dunia per-Oriflame-an, kali ini Ida ngga lagi “newbie”, dengan cantasnya dia sudah bisa mempresentasikan kepada saya, bagaimana sistim Oriflame ini bekerja. Dengan mengetahui dan mempelajari sistemnya, maka sukses akan menanti kita.

Jenjang karir yang ditawarkan Oriflame, luar biasa tingginya, setinggi-tinggi kita bisa mencapainya, maka semakin besar pula Oriflame memberi kita penghargaan, dan itu NGGA BOHONG! Sudah terlalu banyak cerita sukses yang saya dengar di luaran sana mengenai hebatnya sistim Oriflame. Mereka BISA dan SAYApun HARUS BISA!

Dimulai dari menjadi seorang Konsultan, dalam 3 bulan saja, jika kita FOKUS di bisnis ini, maka kita bisa mencapai level Senior Manager dengan Bonus sekitar 3-5 jutaan rupiah perbulan. Okelah, kita kerja sebagai Senior Manager perusahaan multinasional, mungkin gaji kita bisa lebih dari itu. Tapiiiii, setelah 6 bulan kemudian, apakah gaji Andabisa naik? tentu tidak.. mengingat Anda baru dipekerjakan selama 6 bulan. Tidak demikian di Oriflame, apabila dalam 6 bulan Anda dapat mempertahankan posisi Senior Manager, maka Anda akan “dilantik (recognisi)” menjadi seorang Direktor dan mendapat CASH REWARD sebesar 7 juta rupiah diluar bonus yang menggiurkan sebesar 5-7 juta rupiah!

bisa? PASTI BISA
mau? ya jawab sendiri lah..

[Oriflame] Siapa sih Tria?

Saya, adalah seorang ibu rumah tangga yang mencoba melakukan hal yang sepertinya mustahil semua orang tidak pernah melakukannya, yaitu BERMIMPI

Blog ini ditujukan untuk Anda semua, yang merasa MALAS untuk memulai bisnis jaringan Multi Level Marketing. Saya dedikasikan keseluruhan isi blog ini, untuk Anda yang ingin mendapatkan kestabilan keuangan, sekarang ataupun nanti. Hidup dengan "cukup" saja, tidak dapat membawa Anda kepada kebebasan finansial. Anda harus melakukan HAL LUAR BIASA untuk mendapatkan HASIL YANG LUAR BIASA.

Percayalah, kalau saya BISA, Andapun PASTI BISA!

[Oriflame] Hello Partners!

Hellaaw.. saatnya saya mempunyai tempat buat menumpahkan cerita seputar kegiatan saya, seorang konsultan Oriflame, ibu rumah tangga dari satu orang putri cantik, satu orang suami yang luar biasa, anak dari kedua orang tua yang sangat demokratis, dan tentunya seputar kegiatan menjadi seorang KONSULTAN ORIFLAME.

Kalau biasanya, seorang konsultan Oriflame memulai blog perjalanannya setelah dia mendapat pengakuan level di Oriflame, maka saya adalah konsultan baru, dan sama sekali belum mempunyai level di Oriflame.

Mari ikuti perjalanan saya dari hari ke hari, minggu ke minggu atau bulan ke bulan, MENCOBA untuk fokus menjalankan bisnis luar biasa ini, mulai dari siapa yang merekrut, siapa yang berhasil saya rekrut, apa yang saya lakukan, hingga sejauh mana perkembangan yang telah dan akan saya lakukan.

Mulailah bermimpi, karena dari mimpi, kita BISA meraih segala yang kita inginkan, asal kita MAU!

[Oriflame] Sudah sampai mana?

Bersyukur itu berarti menerima dengan ikhlas, segala apapun yang diberi Alloh SWT kepada kita, dan gue ngga berhenti bersyukur, karena gue dikenalin dengan bisnis Oriflame sama Ida

Setelah posting ini, gue akan share pengalaman ikut Oriflame selama 5 bulan ini, yang sebelumnya gue posting di tempat lain, tapi gue malah males ngupdate-nya.. saking menyenangkannya menjalani bisnis Oriflame; sepertinya gue udah ngga punya waktu lagi maintain beberapa blog..

So, mari kita mendongeng seputar kegiatan gue bersama Oriflame.. maafkan sebelumnya, kalau bahasanya agak formal, maklum, kalo di blog baru kan jaim gitu lhooohh.. kalo warga MP kan udah apaaal.. hehehee eh tapi beneran lhooo, ibarat kata niih, kalau gue bisa jalanin bisnis Oriflame sampai saat ini, semua orang tanpa terkecuali juga BISA!! Investasinya ngga ribet, cuma WAKTU dan SEMANGAT!!

Hyuukk.. mari...

Friday, October 29, 2010

Menyoal sebuah Kejujuran

 
Setiap hari Minggu, mama selalu membeli salah satu makanan favoritku.. bacang, kalau favoritku adalah bacang nasi, ayahku lebih senang bacang ketan. Yang menyenangkan adalah, ada seorang bapak tukang bacang yang selalu setia lewat di depan rumah, hanya pada hari Minggu. Tiada hari Minggu yang terlewati tanpa membeli bacang enak ini. Oiya, bapak ini punya 2 jenis bacang, yang beras dan yang ketan. Yang dari nasi ditandai dengan pita kuning, sementara yang ketan, ditandai dengan pita merah.



Suatu hari, rupanya bapak bacang dipanggil oleh banyak pembeli, sehingga bacang beras yang ditandai pita kuning pun habis.. (setidaknya begitu menurut mama yang tidak melihat bacang dengan pita kuning).. saat itu akhirnya mama memutuskan untuk membeli bacang ketan saja, sambil bertanya pertanyaan yang tidak penting (karena sudah tau jawabannya)"yang beras habis ya bang?"..
tak disangka si abang berkata,"ooh.. yang ini beras bu" sambil memberi mama bacang dengan pita merah.
Mama lalu berkata,"yang merah bukannya ketan ya bang?"ujarnya ragu
lalu si abang berkata,"oohh ini cuma talinya aja bu, tapi isinya beras"
akhirnya, mama yang tadinya hanya ingin membeli sedikit, akhirnya membeli "bacang beras" yang disodorkan si abang.

Setelah abangnya pergi, saya pun mencari bacang beras seperti biasa, tak melihat pita berwarna kuning, lalu saya bertanya,"mam, yang beras habis ya?". Mama pun bilang bahwa yang pita merah itu isinya beras.. setengah tak percaya, saya pun membuka bacangnya.. seperti yang sudah diduga sebelumnya, bacang yang dijual ternyata memang bacang yang terbuat dari ketan, bukan beras seperti yang abangnya bilang.. tanpa ba bi bu lagi hari-hari Minggu kini tak ada lagi bacang yang nangkring di atas meja seperti biasa.. alias mama pun malas memanggil tukang bacang yang tukang bohong itu..

Gambar menyomot semena-mena dari sini