
Sekitar bulan April 2009, istri sahabat saya, namanya Ida, seorang ibu rumah tangga yang juga berbisnis kue mempunyai satu orang putra ganteng , mengajak saya gabung di Oriflame. Saat itu dia juga baru mulai di bisnis ini. Dengan penjelasan seadanya, pada saat itu sama sekali tidak tertarik mencoba. MLM? Multi Level Marketing? paling jual-jualin produk, ngajak-ngajak orang lain untuk jadi "korban" berikutnya, lalu, apa?
Tapi sayapun menganggap ajakan itu hanya “sekedar” ajakan, pengen tau, orang yang dengan semangat to the max sampai mana sih bisa mempertahankan semangatnya? emang gampang ngajak-ngajak orang gitu? dapetnya berapa sih?
So, setelah “dipaksa” mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran 39.900 rupiah, starter kit Oriflame pun sukses masuk ke kontainer dan hanya dibuka sekilas. Ngga pengen tau caranya gimana, ngga pengen liat barang-barangnya, intinya, ribet ikut ginian.
Tapi apa yang saya dapat? 1 tahun yang terbuang percuma. Kenapa?
Ida, si newbie yang ngajak saya bergabung satu tahun lalu, ternyata sudah melesat menjadi seorang LUAR BIASA dengan posisi Director di Oriflame, mempunyai BONUS mencapai lebih dari Rp 5.000.000,- (LIMA JUTA RUPIAH) perBULAN! KOK BISA??
Sementara dia tertawa-tawa dengan BB barunya (yang tentunya dibeli bukan dengan cara nodong suami), saya hanya bisa memandangi henpon kacang yang sepertinya speakernya udah mulai rusak. Sementara dia punya (hampir) satu seri tas baru, dari travel bag, cosmetic pouch dan trolley bag yang super duper keren GRATIS dari Oriflame, tas selempang biru butut yang tetap setia menemani saya.
Ida bilang, beneran masih mau gini-gini aja? Kalau punya mimpi yaaa musti kerja, jangan ngomong doang, karena di Oriflame, MIMPI BISA MENJADI KENYATAAN!
OKE, sekaranglah SAATNYA SAYA HARUS PUNYA MIMPI!!
Karena vakum 1 tahun, nomor keanggotaan Oriflame saya pun hangus, dan dengan penuh rasa tanggung jawab, saya pun kembali melakukan pendaftaran, dengan optimisme dalam hati: kali ini pasti hasilnya BEDA!