Showing posts with label mendongeng. Show all posts
Showing posts with label mendongeng. Show all posts

Tuesday, June 16, 2009

Storytelling Workshop (Goelali's Children Film Festival '09)

Dari waktu hamil, secara rutin gue ngebacain cerita buat kakakeni.. dan sekarang pun si kakak udah seneng baca.. apa aja sama dia dibaca.. dulu, gue ngefans banget sama beberapa storyteller atau pembaca cerita/dongeng kayak pak Raden, kak Seto, sama siapa tuh cowo yg agak gendut (lupa).. gue seringkali takjub sama cara mereka membawakan cerita.. dengan kata-kata yang sangat mudah dimengerti anak-anak, props yang beraneka ragam dan ngeliat muka anak-anak yang bengong dan menyimak cerita/dongeng yang dibacakan pun kadang bikin gue heran, sihir apa sih yang mereka punya sampai bisa buat anak-anak duduk diem dengan betahnya mendengarkan cerita dongeng selain si kancil??

mami, Putri Soehendro, Elena Zachnas

Awalnya gimana gue udah lupa, gue juga ngefans sama mbak Putri Soehendro.. buat yang belum tau dia siapa, baca aja blog nya di sini.. dari blognya lah gue tau bahwa bakal ada storytelling workshop dan gue semangat banget buat ikut! Menurut gue, membacakan cerita ke anak pun harus ada seninya.. gimana caranya biar si anak mau dan duduk mendengarkan cerita kita..

Tadinya gue pengen liat gimana caranya si mba Putri membawakan cerita, tapi apa daya, gue lupa kalo acaranya mulai jam setengah dua.. jadi, gue cuma ikut workshopnya aja yang mulai jam tiga sore..

Karena ini sifatnya workshop, maka terpaksa deh kakakeni gue titipin sama niangnya di rumah.. ngga disangka ngga diduga, gue malah ketemu sama temen SMP gue.. selama ini sih udah ketemu di FB, tapi baru kali ini ketemu lagi setelah sekitar 21 taun ngga ketemu..  nah, workshop ini dipandu oleh 2 orang yaitu mba Elena Zachnas, seorang komunikator, psikolog anak, bisa dibilang motivator juga, yang prihatin sama perilaku anak sekarang yang cenderung serba instant, selain mbak Putri sendiri, yang banyak mengajarkan tips and trick bercerita kepada anak..

Ternyata, peserta workshopnya kebanyakan guru-guru lhooo.. yang ibu rumah tangga justru cuma sedikit.. dari tanya-jawab aja keliatan bahwa bercerita kepada anak (murid) ngga semudah itu.. musti banyak improvisasi agar cerita yang dibawakan menarik..

Kata mba Putri, bercerita kepada anak harus ingat rumus 445.. apa itu 445?

4 pertama: dalam bercerita, harus ada 4 bagian, yaitu pembukaan, permasalahan, pemecahan masalah dan penutup
4 kedua: tokoh utama dalam bercerita kepada anak, maksimum 4 tokoh.. untuk anak dibawah 2 tahun, satu tokoh saja cukup
5: konsentrasi aktif anak dalam menyimak cerita menurut penelitian, ternyata hanya 5 menit sajaaaa.. jadi kalaupun lebih dari itu, anak tidak fokus pada cerita..

Cara mba Putri bawain workshopnya pun lucuuu bangeeet.. gue sampe terpingkal-pingkal ngeliat dia niruin berbagai tingkah anak-anak dari pengalaman selama dia bercerita kemana-mana.. asli kocak banget!

Sayang, acara workshop yang seru ini, ngga didukung sama persiapan panitianya.. gue kehabisan bahan makalah yang katanya dibagiin di akhir acara.. selain itu, gue juga kehabisan brosur sinopsis film anak yang akan diputer.. dan sayangnya lagi, acara semenarik ini juga sepertinya kurang publikasi.. buktinya tidak banyak pengunjung yang datang.. padahal ngga cuma workshop aja, tapi juga pemutaran film, lomba gambar, diskusi panel dll..

Buat yang mau kopdar sama gue.. (halaah ge-er) besok, gue dateng lagi ke Goethe buat dengerin storytelling by Putri, sama kumpul-2 komunitas reading bugs.. besoknya lagi, gue juga bakal dateng ke tempat belajar bahasa Itali, buat denger storytelling dari Ibu Murti..

see ya there!!

note: buat yang mau ikutan, silakan unduh jadwal GCFF'09 di bawah ini yaa... tenang aja.. gratis tis tis koookk...

Thursday, April 30, 2009

[MP Writing Event] When I Was A Child

alias waktu ku kecil dulu..

aku, mbak Rina, mas Rian (di belakang) dan mbak Rima

Aku lahir sebagai anak paling kecil di dalam keluarga.. semua orang bilang, kalau anak paling kecil pastilah manja.. eit.. ngga semuanya lhoo.. walaupun memang bener aku tuh anak kecil yang dimanja, sama papa mamaku tentunya dan sering ngga rela kalau dibilang aku tuh anak manja.. (mandi jarang iyeee...)

Sebagai anak paling kecil, perbedaan umurku dan kakak-kakakku lumayan jauh.. 10 tahun dengan kakak tertua, 8 tahun dengan kakak nomor dua.. tentu saja hal ini membuat aku terus menerus merasakan "nikmatnya di-bully" sama kakak-kakak.. dari yang dibilang anak pungut lah, anak ngambil di tong sampah lah dan aku juga ngga pernah diajak ngobrol-ngobrol.. tetapi aku ngga pernah meragukan sayang dan cinta mereka.. soal ngejajanin, jemput sekolah,  jangan ditanya lagi.. mereka nunjukkin kalau mereka sayang banget sama aku..

Beda usia aku dan kakak lelakiku yang terpaut 4 tahun, membuatnya ngga bebas karena terus aku ikutin kemanapun dia pergi.. sampai suatu ketika, aku kapok ngikutin dia lagi, saat aku menemaninya jadi kiper waktu main bola, sebuah tendangan ke samping gawang mendarat telak di kepalaku..

Masa kecilku dihabiskan di kota Jakarta, dan sesuai dengan nama panggilanku sewaktu kecil, Ria, memang hanya suka ria yang selalu aku rasakan.. dari mulai les segala rupa sampai jalan-jalan keliling pulau Jawa, Bali dan Lombok setiap 2 tahun sekali.. sangat amat menyenangkan.. walaupun dengan mobil Honda Civic kecil, aku sudah pasti ngga pernah bisa duduk di kursi, melainkan.. di bawah kaki ibuku!! atau karena tubuhku yang kecil mungil, tidur di atas kursi pas kaca belakang juga muat..

Tetapi, karena papaku juga seorang ABRI, biarpun aku "merasa" dimanja, disiplin tetap nomor satu.. pernah suatu ketika, aku lupa berlatih piano sepulang les, begitu papa pulang, aku disuruh main lagu yang dipelajari di tempat les sampai bisa.. biarpun sampai nangis bombay, kalau belum lancar, harus main terus sampai bisa..

Tak heran aku pun jadi anak yang lumayan nakal.. sebagai kompensasi dari tindakan disiplin papa.. dan papa pun ngga hilang akal dengan menghukum yang aneh-aneh pula.. pernah aku dan kakak lelakiku dihukum naik sangkar burung kakatua yang besar, karena ketauan mau nyolong belimbing tetangga sebelah.. kakakku yang gweendhuut, naik ke atas asbes sampai jebol!.. karena naiknya berdua, maka kami berdua yang dihukum.. atau aku pernah naik ke wastafel sampai wastafelnya jatuh dan hukumannya adalah.. satu jam pegang wastafel yang jatuh.. tau dong gedenya wastafel yang buat cuci tangan kaaan.. harus aku tenteng, satu jam saaajaa.. ngga kebayang kan pegelnya..

Masa kecilku memang indah.. dan aku adalah anak yang beruntung.. hanya kasih sayang yang tiada putus yang aku rasakan dari semua hukuman papa.. hanya rasa cinta yang aku rasakan dari semua cubitan dan jeweran mama.. nilai-nilai luhur dan cinta kasih yang aku pelajari dari mereka, akan menjadi bekal bagiku untuk dapat mengajarkan kembali semua nilai baik yang aku dapat, kepada Kenisha.. sekarang atau nanti.. 
Terima kasih ku untuk papa mama, atas masa kecilku yang bahagia..

Tulisan ini diikutsertakan dalam MP Writing Event, When I Was A Child..
"Happy Birthday to Ezra.. semoga Ezra juga bisa merasakan dan melewati masa kecil dengan bahagia.."

Thursday, April 16, 2009

[Sahabat] Kaos untuk Lebaran

Sewaktu baca postingan Bunda Elly tentang MP Writing Event mengenai SAHABAT, aku sempet bingung dan seperti tersadar, betapa Allah terlalu sayang sama aku dan mengirimkan banyak sahabat untukku.. Siapa yang mau aku tulis? Semua bermakna, semua berarti, semua spesial dan tentunya semua adalah sahabat yang aku sayang..

Sahabat dari sejak kecil, sahabat SMP, sahabat SMA, sahabat kuliah atau sahabat di tempat kerja.. semuanya mempunyai kenangan tersendiri bagiku..

Sampai akhirnya, dari semua cerita suka dan duka dengan sahabat-sahabatku, ada seorang sahabat yang tidak akan pernah aku lupakan, karena dia akan selalu ada di hatiku… yang terdalam…

Namanya Maya.. lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia.. orangnya cantik, alis rapi hampir menyatu, rambut lurus, panjang dan tebal, sedikit urakan (yang pada akhirnya aku menyadari mungkin itu yang membuat kita cocok :p) tubuh proporsional kalau tidak mau dibilang seksi dan gaya bicara yang blak-blakan membuatku merasa nyaman berbicara dengannya karena menurutku dia orang yang jujur dalam mengutarakan pendapatnya..

Perkenalan kami dimulai saat aku yang pada saat itu menjadi anak baru di kantor sebuah perusahaan swasta, mbak Maya, begitu akhirnya aku memanggilnya, memang sudah lebih dulu kerja di divisi yang sama. Kami bekerja dalam satu tim melayani pelanggan. Kesan pertama aku melihat dia, orangnya misterius, ngga banyak bicara bahkan sedikit nyentrik dengan anting di cuping hidungnya! Dan seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, dari banyak percakapan, diskusi sampai curhat dengannya, mulailah kita menjadi dekat, apalagi ternyata dia selalu lewat rumahku kalau pulang kantor, acara nebeng pun tak terhindarkan.. tentu saja aku yang suka nebeng.. 

Pernah suatu waktu, dia masih ada kerjaan walaupun sudah waktunya pulang, akhirnya aku pulang duluan, nebeng dengan teman lain walau tak searah.. tak disangka, pas di lampu merah, mobil kami bertemu.. dengan cueknya dia teriak keluar jendela demi mendapatkan perhatianku, agar aku turun dari mobil temanku ke mobil dia.. padahal, saat itu kami ada di tengah-tengah perempatan kuningan yang sangat ramai.. terpaksalah, aku turun dari mobil temanku dan pindah ke mobilnya dia, dengan diiringi klakson mobil dan pandangan mata pengendara motor.. huuhhhh.. ngrepotin aja deh.. 

Setiap pagi, kami bekerja di cubicle yang sama, kalau aku menyapa,” hai mbak Meyeee.., dia selalu menjawab dengan senyum paling manis,” slamat pagi dek Tria.. sarapan apa kita pagi ini??”

Dari mbak Maya jugalah perutku terbiasa makan semangkok mie ayam setiap pagi.. maklum, sewaktu masih jadi pengangguran, boro-boro mikirin sarapan.. tiap sarapan yang ada perut selalu mules.. walhasil selama 2 minggu pertama bekerja, dicekokin mie ayam, akhirnya perutku jadi terbiasa dan tak menggerutu lagi..

Tetapi akhirnya perpisahan itu datang juga.. ngga banyak yang tau, mbak Maya ternyata punya hobi menari yang membawa dia menjadi duta budaya ke negaranya obat maag, maksudku, Obama.. dia pun mengambil keputusan untuk resign alias mengundurkan diri.. tentu saja aku merasa kehilangan.. bukaan.. bukan kehilangan tebengan, tapi kehilangan masa-masa curhat, pada saat itu kami merasa senasib karena menjalani suatu hubungan yang tidak sehat dengan pasangan masing-masing.. walaupun begitu, disaat semua orang di kantor menganggap hal itu sebagai suatu “masalah”, kami justru saling menguatkan..

Tapi kami juga sadar, dengan kemajuan teknologi, kepindahan dia bukan menjadi halangan besar.. sesi curhat pun dilanjutkan lewat email.. hingga setelah hampir setahun di Amerika, mbak Maya pulaaang…! Senangnyaaa.. kami pun janji ketemuan di salah satu mall di sekitaran bundaran HI..

Waktu kita ketemu, mbak Maya bawa oleh-oleh yang banyak buat aku.. dari mulai majalah-majalah luar negri, gantungan-gantungan kunci, sampai satu buah kaos berwarna biru.. dia bilang,” dek Tria, gue beli juga kaos yang sama kayak gini.. entar kalo lebaran gue pulang, kita pake sama-sama yaaa..”.. aku cuma jawab,”siiip..”

Ternyata, seminggu setelah ketemuan, mbak Maya harus balik lagi ke Amerika.. dan dia janji kalau sebelum lebaran sudah kembali lagi ke Indonesia..

Lama mbak Maya ngga berkirim kabar, di Amerika, dia tinggal dengan temannya yang sudah bersuami.. email terakhir yang aku terima, dia hanya cerita, kalau ternyata agak sulit buat pinjem komputer, karena komputer dipakai bersama-sama.. pada saat itu di kantor kami juga tidak bisa dipakai untuk chatting, jadi hanya bisa email saja.. aku sempat berpesan, agar hati-hati di negeri orang, jaga diri baik-baik.. dan dia cuma bilang singkat,”ok dek Tria..”

Pagi hari setelah email terakhirnya kuterima, aku dapat kabar kalau mbak Maya sakit.. “heehhh, baru kemaren kirim email, sakit apa?” tanyaku ringan ke supervisor di kantor.. dia bilang, belum jelas sakit apa..

Dari teman satu rumahnya lah baru aku tau, ternyata mbak Maya terdiagnosa mengidap Toxic Shock Syndrom (selanjutnya aku tulis TSS).. penyakit langka yang disebabkan oleh bakteri.. 

“dan sekarang keadaannya menyedihkan” kata Eci teman satu rumahnya diiringi isak tangis.. 

Aku hanya bisa melongo di depan komputer, yang saat itu sudah siap mengirim email ke mbak Maya untuk menanyakan keadaannya.. telinga masih menempel di telepon dengan air mata mengambang hampir jatuh.. “menyedihkan gimana??” leher sudah tercekat menahan tangis.. 

“sekarang Maya koma, dan menurut dokter, kalau terkena TSS, dalam waktu kurang dari 24 jam, 70%-80% fungsi vital tubuh langsung rusak.. ginjalnya membatu, fungsi liver rusak, paru-paru, sampai otak pun katanya bisa hancur kayak bubur..” begitu isaknya.. 

“Astaghfirullah.. segitu parahnya kaah??” aku ngga bisa lagi menahan tangis yang langsung meledak..

Hampir 2 minggu Mbak Maya berjuang melawan penyakitnya.. setelah googling mengenai TSS, aku baru tahu, hanya sedikit sekali orang yang bisa survive dari penyakit ini dan itupun tidak bisa sembuh 100% seperti sedia kala..

Setiap hari aku hanya bisa menghantarkan doa untuk kesembuhan Mbak Maya.. tapi Allah pun berkehendak lain..

Pagi hari ketika bersiap untuk ke kantor, telepon di rumah berdering, suara mbak Yuyun kakaknya, langsung membuatku lemah lunglai..  dia mengabarkan kalau Mbak Maya tidak sanggup lagi bertahan dari tidur panjangnya.. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...

Aku pun bergegas ke kantor mengabarkan kabar duka ini, satu kantor pun ikut berduka, bagaimana tidak, sambil berkeliling mengedarkan amplop sumbangan, air mataku tak berhenti mengalir.. pelukan teman-teman lah yang akhirnya menguatkan.. seakan tak percaya kalau ternyata aku benar-benar sudah tidak dapat bertemu mbak Maya lagi..  

buatku, itu adalah jalan yang terbaik untuknya, agar mbak Maya tidak lagi menderita..

Aku kangen mbak Maya, aku merasa dia selalu ada di sampingku di setiap waktu..  teman yang menguatkan, kakak yang perhatian, sahabat yang setia..

“Mbak Maya, aku tidak lagi menagih janjimu, untuk kita bisa sama-sama pakai kaos yang kamu kasi buat aku, seperti yang sering aku tagih pada saat hati tak lagi sanggup menahan beban atas kesedihan ditinggalkanmu.. aku sudah bisa tersenyum untuk mbak Maya.. aku percaya, Allah memberi tempat yang terindah untukmu..”

“Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka" (HR Muslim)

Tulisan ini sebagai rasa rindu yang mendalam terhadap Mbak Maya dan diikutsertakan dalam Writing Event: Lomba Menulis Tentang Sahabat dari Bunda Elly

Saturday, February 7, 2009

Keni Mendongeng




sekarang, udah ngga jamannya lagi orang tua mendongeng buat anak.. tapi, Kenisha lah yang lagi rajin mendongeng buat papi.. :)))